Syukur dan Sikap Orang yang Beriman

 
Syukur

 
"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.
 
Syukur  ciri mukmin yang taat
Sadar atau tidak, kita bisa melihat sesuatu yang indah, pemandangan yang indah dengan mata yang kita miliki merupakan sebuah nikmat besar dari Allah SWT. Kita bisa berbicara juga merupakan nikmat besar dari Allah SWT. Kita bisa mendengar suara-suara yang indah seperti lantunan ayat-ayat Al-Quran, lantunan nasyid dan lain sebagainya juga merupakan nikmat besar dari Allah SWT. Kita bisa mencium bau-bau baik yang harum maupun yang tidak tidak harum juga merupakan nikmat besar dari Allah SWT. Kita bisa berjalan serta mengayunkan tangan kita untuk hadir dalam sebuah majlis ilmu juga merupakan nikmat besar dari Allah SWT. Apapun yang kita rasakan, ita lihat, kita dengar, merupakan nikmat besar dari Allah SWT. Pertanyaannya adalah, bagaimana sikap kita akan nikmat tersebut? Sudahkah kita mensikapi nikmat tersebut sesuai dengan yang diajarkan syariat islam?
 
Sungguh, dari sekian banyak ciri seorang yang beriman adalah syukur, syukur yang senantiasa kita ucapkan dengan lisan kita dengan ucapan Alhamdulillah, maupun syukur yang kita implementasikan dengan segenap anggota badan kita, dan seluruh jiwa serta kesadaran kita melalui bentuk-bentuk peribadahan kita pada Allah SWT, baik berupa ibadah mahdah ataupun sunnah.
 
Sungguh, Allah telah berjanji untuk menambah nikmat-Nya bagi setiap hamba yang senantiasa bersyukur akan nikmat yang telah Allah berikan kepada hamba-Nya. Allah SWT. Berfirman dalam surat Ibrahim ayat 7 : “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim : 7).
 
Saat kita mendapatkan sebuah kebaikkan (nikmat), banyak diantara kita lalai untuk mensyukurinya, namun saat kita mendapat keburukan, tak sedikit dari kita yang justru mencaci maki Allah SWT., masih banyak diantara kita yang menganggap Allah tidak adil dengan keadaan kita, masih banyak diantara kita yang menganggap Allah itu adil jika sesuai dengan yang kita inginkan.
 
Sadarilah wahai saudaraku………….
Sadarilah bahwa sesuatu yang kita anggap baik itu belim tentu baik bagi kita menurut-Nya, dan sesuatu yang kita anggap buruk itu belum tentu buruk bagi kita menurut-Nya, boleh jadi yang menurut kita baik justru itulah yang buruk bagi kita dan boleh jadi yang menurut kita buruk justru itulah yang terbaik bagi kita.
 
Yakinlah bahwa keadaan kita saat ini adalah yang terbaik bagi kita menurut Allah SWT.
 
Saudaraku………
Sungguh Allah sangat cinta kepada kita, bukti cinta itu tertuang dalam naungan kasih saying-Nya, berbagai macam nikmat yang kita dapatkan merupakan bentuk cinta-Nya pada kita.
 
Sikap kita…….?
Banyak nikmat yang telah kita dapatkan, sehingga sudah seharusnya kita sikapi dengan syukur baik secara lisan maupun perbuatan. Allah senantiasa mengingatkan kita untuk seantiasa bersyukur atas nikmat-Nya “ nikmat mana lagi yang engkau dustakan?” Karenanya sebagai orang yang beriman, maka kita harus bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan kepada kita semua.