News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Kunci Meraih Manisnya Iman

Kunci Meraih Manisnya Iman

 
Kunci Meraih Manisnya Iman

Tiga hal, barangsiapa memilikinya maka ia akan merasakan manisnya iman. (yaitu) menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai dari selainnya, mencintai seseorang semata-mata karena Allah, dan benci kembali kepada kekufuran sebagaimana bencinya ia jika dilempar ke dalam api neraka. Pertanyaannya, sudahkan tiga hal tersebut ada pada dii kita?
 
Manisnya Iman
Iman itu manis, bahkan lebih manis dari madu, manisnya iman hanya akan dirasakan oleh mereka yang memiliki iman yang kuat, manisnya iman juga dapat diartikan dengan merasakan lezatnya ketaatan kepada Allah SWT. Dalam sebuah hadits shahi Bukhari disebutkan  :
 
عَنْ أَنَسٍ عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا ، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِى الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِى النَّارِ
            
Dari Anas, dari Nabi SAW beliau bersabda: “Tiga hal, barangsiapa memilikinya maka ia akan merasakan manisnya iman. (yaitu) menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai dari selainnya, mencintai seseorang semata-mata karena Allah, dan benci kembali kepada kekufuran sebagaimana bencinya ia jika dilempar ke dalam api neraka.”(HR.Bukhari)
 
Seseorang akan benar-benar merasakan nikmatnya iman, manisnya iman jika terdapat tiga hal dalam dirinya. Pertama Menjadikan Allah dan Rasulnya lebih dicintai dari selainnya. Iman baru akan dirasakan manisnya jika cintanya kepada Allah dan Rasulnya itu melebihi dari kecintaannya kepada yang lain, seperti harta, tahta, wanita (istri/suami), anak, dan lain sebagainya.
 
Bisa kita lihat bagaimana istrrinya Yasir ibunda dari Ammar bin Yasir yaitu sumayyah yang syahid setelah disiksa dan ditusuk demi mempertahankan imannya. Contoh lain juga bisa kita lihat Bilal bin Rabah yang disiksa ditengah padang pasir dengan terik matahari yang begitu menyengat hingga sampai akhirnya ditindih dengan batu besar, tapi Bilal bin Rabah tetap teguh akan keyakinannya justru ia terus mengucapkan kata “Ahad” yang bertarti Allah Maha Esa. Contoh lain seperti  Khabab bin Al Art seakan tak merasakan luka-luka menganga di tubuhnya yang disalib. Maka ketika diminta pendapatnya bagaimana jika Rasulullah yang menggantikannya, ia menjawab dalam nada manisnya iman: “Bahkan aku tak rela jika kaki Rasulullah tertusuk duri”
 
Kedua, Mencintai seseorang semata-mata karena Allah. Sering sekali kecintaan kita kepada yang lain melalaikan cinta kita kepada Allah dan Rasul-Nya. Boleh kita cinta kepada anak, istri/suami, harta, tahta, jabatan dan lain sebagainya tapi jangan pernah menjadikan itu semua sebagai tandingan cinta kita kepada Allah dan Rasulnya. Oleh karena itu cintailah semua itu karena Allah maka Insya Allah manisnya iman pun dapat dirasakan.
 
Ketiga, Benci kembali kepada kekufuran sebagaimana bencinya ia jika dilempar ke dalam api neraka. Manisnya iman juga baru akan dirasakan jika kita mampu berpegang teguh terhadap keyakinan yang kita miliki. Itulah sebabnya Rasulullah sering menasehati para sahabatnya agar tidak kembali jahiliyyah seperti sebelum mereka mendapatkan hidayah (kembali murtad). Orang yang benci akan kemurtadan sebagaimana ia benci jika dilemparkan kedalam neraka maka berarti ia telah merasakan manisnya iman dalam dirinya.
 
Sikap kita?
Oleh karena itu, jika ingin merasakan manisnya iman dan keteguhan dalam menjaga iman hendaknya jadikan Allah dan Rasul-Nya lebih kita cintai dari yang lain, saling mencintai dan menyayangi hanya karena Allah dan benci terhadap kemurtadan seperti ia benci jika dilemparkan kedalam Neraka.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.